Tangkap Illegal Fishing Asal China, Satgas KKP Harus Dibantu TNI AL

Posted by Muhammad Abdi on 09:29 AM, 02-Apr-16


KARTA – Upaya China untuk menggagalkan penangkapan kapal nelayannya di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, merupakan penegasan bahwa dalam menangani kasus pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Indonesia diperlukan ketegasan dan kerjasama berbagai pihak.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Maritim dan Perikanan Tangkap Indonesia (Aspitindo) HS Tribuana mengatakan, upaya pihak menggagalkan penangkapan kapal nelayannya oleh Satuan Tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan persoalan yang tidak bisa dianggap remeh.

“China telah menggunakan segala cara untuk menggagalkan penangkapan terhadap kapal nelayannya yang mencuri di perairan Indonesia. Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” kata Tribuana melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (25/3/2016).

Oleh karena itu, dia meminta kepada TNI AL, pada khususnya untuk membantu Satgas KKP dalam menangani illegal fishing di perairan Indonesia. “Satgas KKP tidak boleh dibiarkan seorang diri dalam menangani persoalan ini,” ucap Tribuana.

Ditegaskannya, Aspitindo mendukung keinginan pemerintah yang menempatkan sektor perikanan sebagai penghasilan utama Indonesia. “Sektor perikanan merupakan aset kekayaan negara ini yang tidak ada matinya,” tukasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya, Tim Satuan Tugas IUU Fishing Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali mendeteksi adanya kapal pelaku illegal fishing KM Way Kway Fey 10078 yang ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) HIU 11 di perairan Natuta, Kepulauan Riau.

Namun dalam perjalanan membawa kapal KM Way Kway Fey asal China, pihak KP Hiu 11 akhirnya melepas lantaran adanya insiden dengan Kapal Coastguard milik China.